Usaha Sampingan untuk Karyawan dan Etika Menjalankannya

Walaupun menjadi karyawan kantor, bukan berarti Anda sudah aman secara finansial. Banyak karyawan kantor yang merasa gaji dari pekerjaanya belum cukup sehingga melakukan bisnis sampingan. Tren bisnis sampingan karyawan saat ini sudah cukup marak sebagai imbas dari kenaikan harga barang dan inflasi, yang membuat banyak orang merasa perlu untuk mendapat uang tambahan.

Saat ini hampir tidak ada instansi yang tidak memiliki karyawan yang tidak memiliki bisnis sendiri, baik itu yang dilakukan di lingkungan kantor maupun di rumah. Hal ini sudah banyak dimaklumi bahkan oleh para atasan. Bahkan tidak jarang ada karyawan yang menjadikan para teman kantor, kolega atau atasannya sebagai pelanggan usaha sampingannya.

Akan tetapi, Anda harus ingat bahwa walaupun karyawan yang memiliki usaha sampingan bukan hal aneh, karyawan tersebut tetaplah masih menjadi bagian dari sebuah instansi atau perusahaan secara formal.  Jadi, usaha sampingan untuk karyawan pun tidak boleh melanggar kewajiban karyawan itu sendiri terhadap perusahaannya, kecuali jika kemudian berniat berhenti untuk menggeluti usahanya lebih lanjut.

Ketika diterima bekerja, seorang karyawan secara tidak langsung sudah menyatakan bahwa ia bersedia mendedikasikan waktunya untuk kelancaran aktifitas perusahaan tersebut. Oleh karena itu, ketika menjalankan usaha sampingan, ada beberapa hal yang harus diingat agar usaha sampingan itu tidak merugikan pekerjaan utamanya.

Yang Harus Diingat Saat Menjalankan Usaha Sampingan


Berikut adalah beberapa hal penting yang harus diingat terkait etika menjalankan usaha sampingan bagi karyawan kantor:
  • Ingat Waktu.
Saat mendedikasikan waktunya untuk menjalankan usaha sampingan, seorang karyawan harus bisa membagi waktunya itu agar pekerjaan utamanya tidak terlantar. Misalnya, jangan sampai Anda menjadi sering mengantuk di kantor karena terlalu asyik menulis konten website sampai dini hari. Hal ini tentu tidak adil bagi pihak perusahaan yang sudah mempekerjakan Anda.

  • Perhatikan Peraturan Perusahaan.
Jika jenis bisnis sampingan karyawan yang Anda lakukan adalah berdagang atau berjualan suatu produk secara langsung, perhatikan peraturan perusahaan tentang hal ini. Apakah Anda bisa menjual barang di dalam kantor saat jam istirahat, atau tidak boleh sama sekali pada pukul berapapun? Apakah Anda boleh menjual barang tersebut di luar gedung kantor? Tiap perusahaan mungkin memiliki peraturan berbeda bagi para karyawan yang memiliki usaha sampingan; pastikan Anda mengetahui semuanya.

  • Hindari Cara Kurang Etis.
Cara kurang etis di sini maksudnya bukan hanya sifatnya menipu atau membohongi, namun juga cara-cara yang melanggar peraturan kantor atau membuat teman-teman Anda tidak nyaman. Misalnya, Anda bolos kerja beberapa hari hanya untuk konsentrasi membuat barang untuk dijual, atau Anda menjual barang ke teman kantor dengan cara memaksa dan membujuk terus-menerus sampai mereka merasa tidak nyaman.
Jika Anda sudah paham semua prinsip tersebut, saatnya memilih usaha sampingan. Yang mudah tentu saja berbisnis reseller alias menjual barang dari pemasok, atau berbisnis direct selling dimana Anda bisa menjual barang yang mungkin akan disenangi teman-teman kantor seperti kosmetik, produk diet, makanan, baju atau aksesoris. Anda juga bisa mengelola sebuah website dan menjadikannya sumber uang, misalnya sebagai tempat beriklan.

Memiliki usaha sampingan untuk karyawan bukanlah hal yang terlarang bahkan disarankan bagi yang memerlukan, namun Anda harus memastikan bahwa usaha tersebut dijalankan dengan etis, waktunya diatur dengan baik, dan tidak melanggar kewajiban utama Anda sebagai karyawan jika masih ingin bekerja di kantor tersebut.
Load disqus comments

0 komentar